Senin, 14 Oktober 2013

1.Asal-usul ajaran menyembah manusia (nabi Isa) di dalam agama Kristen, 
pertama kali berasal dari ajaran setan, bukan berasal dari firman Tuhan.

Setan mengabarkan beritanya kepada orang-orang Majus lewat ilmu sihir mereka, 
yang mereka sebut dengan nujum bintang timur. Setan mengabarkan beritanya bahwa Raja Yahudi (Yesus) telah lahir ke dunia, lalu setan menambahkan berita bohongnya, bahwa Raja Yahudi yang baru lahir itu untuk disembah. Setan adalah guru yang pertama kali mengajarkan sihir kepada manusia pada zaman nabi Sulaiman.

Dari manakah orang-orang Majus itu tahu tentang berita kelahiran Raja Yahudi tersebut? 
Di masa itu belum ditemukan satu pun alat komunikasi, sedangkan jarak orang-orang majus dari Parsia (Iran) ke tempat kelahiran Yesus di Betlehem, Yudea, 
bermil-mil jauhnya. Dan tidak ada satu pun catatan sejarah di temukan, 
ada orang yang mengabarkan kepada mereka, tentang kelahiran raja Yahudi itu. 
Jadi dari manakah orang-orang Majus itu tahu tentang berita kelahiran Raja Yahudi tersebut?, tentulah jawabannya dari setan, 
setan memberitakannya melalui sihir nujum bintang timur orang-orang Majus itu.

Orang-orang Majus ialah orang-orang kafir penganut agama Majusi, 
yang menyembah berhala api, pada abad ke-6 SM di Persia kuno. Bukti ajaran Kristen ini berasal dari ajaran setan, dapat kita lihat di dalam Injil itu sendiri pasa Matius 1:1-2

DRFT_WBTC

Yesus lahir di kota Betlehem, di Propinsi Yudea. Pada saat itu yang memerintah di sana Raja Herodes. Sesudah Yesus lahir, 
beberapa ahli nujum datang dari Timur ke Yerusalem. (Matius 2:1)

DRFT_LDK               



TB

'Udjarnja: dimanatah Radja 'awrang Jehudij jang baharuw taper`anakh itu? karana kamij sudah melihat nudjumnja dimesjrikh, ***sudah datang sombah sudjud padanja.               
                                                                                                                                       dan bertanya-tanya: "Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia." (Matius 2:2)


Setan mempunyai kemampuan menyebarkan berita bohong terhadap nabi-nabi, seperti di zaman nabi Sulaiman dulu, seperti yang Allah katakan sendiri di dalam Alquran pada Surah Al Baqarah ayat 102.

Dan mereka mengikuti apa [76] yang dibaca oleh syaitan-syaitan [77] pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya syaitan-syaitan lah yang kafir (mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat [78] di negeri Babil yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorangpun sebelum mengatakan: "Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu jangnalah kamu kafir". Maka mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan isterinya [79]. Dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudharat dengan sihirnya kepada seorangpun, kecuali dengan izin Allah. Dan mereka mempelajari sesuatu yang tidak memberi mudharat kepadanya dan tidak memberi manfaat. Demi, sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa barangsiapa yang menukarnya (kitab Allah) dengan sihir itu, tiadalah baginya keuntungan di akhirat, dan amat jahatlah perbuatan mereka menjual dirinya dengan sihir, kalau mereka mengetahui.
[76] Maksudnya: kitab-kitab sihir.  

[77] Syaitan-syaitan itu menyebarkan berita-berita bohong, bahwa Nabi Sulaiman menyimpan lembaran-lembaran sihir (Ibnu Katsir).
 

Bukti ajaran menyembah manusia itu bukanlah ajaran dari Allah dan nabi-nabi, nabi Nuh telahpun melarangnya jauh berabad-abad yang lalu, sebelum Kristen itu ada. Bukti larangan nabi Nuh itu dapat kita lihat di dalam Alquran pada Surah Nuh ayat 21-25
 

21. Nuh berkata: "Ya Tuhanku, sesungguhnya mereka telah mendurhakaiku dan telah mengikuti orang-orang yang harta dan anak-anaknya tidak menambah kepadanya melainkan kerugian belaka,

22. dan melakukan tipu-daya yang amat besar".
 
23. Dan mereka berkata: "Jangan sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) tuhan-tuhan kamu dan
jangan pula sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) wadd, dan jangan pula suwwa', yaghuts, ya'uq dan nasr(1521)".
 
[1521] Wadd, Suwwa', Yaghuts, Ya'uq dan Nasr adalah nama-nama berhala yang terbesar pada qabilah-qabilah kaum Nuh. 
 
24. Dan sesudahnya mereka menyesatkan kebanyakan (manusia); dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim itu selain kesesatan.
 
25. Disebabkan kesalahan-kesalahan mereka, mereka ditenggelamkan
lalu dimasukkan ke neraka,  
maka mereka tidak mendapat penolong-penolong bagi mereka selain dari Allah(1522).
 
[1522] Maksudnya: berhala-berhala mereka tidak dapat memberi pertolongan kepada mereka. Hanya Allah yang dapat menolong mereka.
Tetapi karena mereka menyembah berhala,  
maka Allah tidak memberi pertolongan. 

2. Orang orang kafir Majus adalah orang-orang yang pertama kali mengajarkan kesesatan menyembah manusia (nabi Isa) sebagai tuhan Yesus,

di dalam ajaran Kristen. Bukti itu dapat kita lihat di dalam injil Matius 2:1-2

TB Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman raja Herodes, datanglah orang-orang   majus dari Timur ke Yerusalem. 

(Matius 2:1) 

TB dan bertanya-tanya: "Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia." (Matius 2:2)