Islam adalah lentera yang menuntun kita untuk meraih kebahagiaan di dunia dan akhirat
Semoga artikel-artikel yang ada di dalam blog ini bermanfaat bagi kita
semua. Semua artikel dalam blog ini boleh di-copy dan disebarluaskan,
tapi mohon untuk menyertakan link ke blog ini
(www.lampuislam.blogspot.com).
Home
» Kristologi
» Pertentangan Ayat-ayat Dalam Perjanjian Baru | Bagian Pertama
Pertentangan Ayat-ayat Dalam Perjanjian Baru | Bagian Pertama
Posted by ArcZeld
Kamis, 27 Desember 2012
1 comment
Kita tahu
bahwa Kekristenan
terbagi menjadi banyak sekte dan mereka mempunyai
pemahaman tersendiri dalam memahami Bible. William
Blake dalam bukunya yang
berjudul “The Everlasting Gospel” berkata:
“Kita
berdua membaca Bible siang dan malam, tapi kamu membacanya sebagai warna hitam
sementara aku membacanya sebagai warna putih.”
Islam tentu saja punya sudut pandang yang berbeda dalam
memahami Bible. Islam percaya bahwa firman Tuhan dapat ditemukan di dalam
Perjanjian Baru, namun Bible telah mengalami kerusakan. Sebagai hasilnya,
Perjanjian Baru bukanlah firman Tuhan yang asli dan mengandung
pertentangan. Oleh karena itu, Tuhan mengirimkan wahyu terakhir-Nya kepada Nabi Muhammad S.A.W. untuk menyempurnakan
kitab-kitab sebelumnya.
Sekarang kita akan mulai menganalisis Perjanjian
Baru.
Pertama-tama, ada sekitar 5.700 manuskrip Yunani
yang seluruh atau sebagian darinya adalah Perjanjian Baru. Semua manuskrip ini berbeda-beda. Bart D.
Ehrman merupakan salah satu sarjana yang paling dihormati dalam bidang
“kritik teks Bible.” Dia berkomentar:
“Kemungkinan,
lebih mudah untuk menaruh masalah ini dalam studi perbandingan. Ada lebih
banyak perbedaan dalam manuskrip Bible daripada banyaknya kata-kata di dalam
Perjanjian Baru.”
Bahkan beberapa sarjana memperkirakan ada
sebanyak 400.000 perbedaan di dalam manuskrip. Kenapa ada begitu banyak perbedaan dalam
manuskrip-manuskrip ini? Para sarjana menyimpulkan bahwa para penulis Bible tidak
terlatih, tidak dapat dipercaya, banyak yang tidak kompeten, banyak yang buta
huruf, dan beberapa dari mereka tidak jujur. Setelah dilakukan penelusuran manuskrip, ternyata ketika seorang penulis Bible telah menyalin sebuah kalimat dengan benar, kemudian menyalin sebuah kalimat dan membuat kesalahan, dan setiap kali mereka menyalin setelahnya, mereka juga menyalin kesalahan itu terus-menerus. Jelas bahwa mereka menyalinnya huruf per huruf bukan kata per kata. Dengan kata lain, mereka tidak mengerti apa yang mereka salin, bahkan ketika mereka salah mengeja sebuah kata, maka mereka akan terus menyalin kata yang salah itu dan begitu seterusnya, dan tidak memperbaiki kesalahan itu.
Metzger dan Ehrman mengatakan:
“Hampir
seluruhnya, jika tidak semua, dari para penulis Bible yang merupakan amatiran
dalam seni menyalin dan ada banyak kesalahan, yang tanpa keraguan menyebabkan
kerusakan dalam teks, seiring mereka terus menyalinnya.”
Dan yang lebih buruk lagi, beberapa penulis ditekan oleh doktrin-doktrin. Mereka menganut doktrin tertentu dan menuliskannya ke dalam manuskrip. Ehrman menyebutkan:
“Para
penulis yang menyalin teksnya mengubah kata-katanya, dan lebih parah lagi
jumlah perubahan yang disengaja untuk kepentingan doktrin begitu susah untuk
ditaksir (dengan kata lain, begitu banyak).”
Bible merupakan kumpulan dari banyak kitab. Bible yang saat ini dibaca orang-orang terdiri dari 27 kitab. Dan sebanyak 9 dari 27 kitab adalah palsu atau diduga kuat dipalsukan. 9 kitab yang mana saja? Efesus, Kolose, II Tesalonika, I Timotius, II Timotius, Titus, I Petrus, II Petrus, dan Yudas. Sepertiga dari injil-injil di Perjanjian Baru merupakan kitab palsu atau diduga palsu.
Sekarang, apakah kita harus terkejut karenanya? Mmm... tidak juga. Kenapa? Mari kita lihat Gospel yang bernama Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes. Siapa yang menulisnya? Aku tahu mereka dinamakan Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes, tapi siapa yang menulisnya?
Menurut semua sarjana Kristen, tidak ada yang tahu siapa yang menulis kitab-kitab itu. Seperti yang dikatakan Ehrman:
“Hampir
semua sarjana saat ini telah meninggalkan identitas dari Matius, Markus, Lukas,
dan Yohanes. Dan kitab-kitab itu ditulis dan disahkan oleh orang-orang yang
tidak dikenal, yang tampaknya mereka adalah orang-orang Kristen Jerman yang
berpendidikan, di sekitar abad pertama.”
Graham Stanton berkomentar:
“Semua
gospel, tidak seperti hampir seluruh tulisan Graeco Roma, adalah tanpa nama.
Nama-nama gospelnya yang seakan-akan memberikan nama dari si pengarang, (Gospel
menurut....) bukanlah bagian dari manuskrip aslinya karena mereka baru ditambahkan
pada abad ke-2.”
Mari kita pikirkan ini barang sejenak. Semua Bible yang ada saat ini bukanlah sebuah kitab suci dan janganlah berpura-pura seakan-akan Bible adalah kitab suci.
Kita harus serius pada masalah ini. Agama bukanlah sekedar
lelucon.Jika aku membawakanmu sebuah kitab dan menyuruhmu untuk menulis karya
ilmiah berdasarkan kitab ini, maka karya ilmiahmu takkan diterima, karena kita
tidak tahu referensinya dan kita tidak tahu siapa penulisnya. Pengarangnya bisa
saja seorang pembohong, pengarangnya bisa saja orang yang tidak terlatih. Apakah
kita harus mempercayakan keselamatan kita pada keempat Gospel yang tidak
diketahui siapa penulisnya, tidak ada yang tahu kapan Gospel-gospel itu
ditulis, dan kita tidak tahu mengapa mereka ditulis? Dan sebagai tambahan, 9
dari 27 injil adalah palsu atau diduga kuat palsu. Sekali lagi, apakah kau
ingin mempercayakan keselamatanmu pada kitab ini?
Kita harus tahu bahwa Markus adalah sekretarisnya Petrus dan Lukas adalah temannya Paulus. Dalam Gospel Lukas dan Matius, ada daftar nama-nama murid Yesus, tapi Markus dan Lukas tidak masuk daftar nama itu, jadi mereka bukan muridnya Yesus. Meskipun jika mereka yang menulis Gospel, tapi mereka bukanlah murid Yesus.
Graham Stanton membuat pertanyaan yang menarik:
“Apa
alasannya untuk menerima Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes sebagai kitab yang
benar? Karena secara umum disetujui bahwa Markus dan Yohanes tidak ditulis oleh
nabi. Dan Lukas kemungkinan tidak punya hubungan dengan nabi.”
Jadi siapa Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes? Bukan nabi dan tidak punya hubungan dengan nabi.”
Professor Ehrman bahkan lebih tajam lagi dalam analisisnya:
“Sarjana
yang kritis sebagian besar sepakat bahwa Matius tidak menulis Gospel yang pertama,
Yohanes tidak menulis Gospel yang keempat, dan Petrus tidak menulis I Petrus dan
kemungkinan juga tidak menulis II Petrus. Tidak ada satupun kitab Perjanjian
Baru yang pernah ditulis oleh murid-murid Yesus, tapi ada kitab yang ditulis
oleh Nabi Paulus. Tentu saja, dari 13 kitab di dalam Perjanjian Baru yang
berdasarkan namanya, 7 diantaranya ditulis oleh Paulus dan disepakati oleh
hampir semua sarjana sebagai kitab otentik.”
Jadi jika 7 kitab diantaranya otentik, bagaimana dengan 6 kitab lainnya?
Jadi kenapa ada
Gospel yang bernama Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes? Kesimpulannya adalah itu hanya sekedar nama dan ditulis oleh
orang lain.
Oregon yang merupakan pendeta abad ke-3 menulis
“Pertentangan
ayat antara manuskrip begitu banyak. Entah apakah karena kelalaian beberapa
penyalin, atau melalui kesalahan para penulis, mereka lalai untuk mengecek
ulang apa yang telah mereka tulis atau dalam proses pengecekan ulang, mereka
menambahkan sesuatu atau menghapus semau mereka dan itulah yang membuat
Perjanjian Baru seperti sekarang.
Ketika melihat Bible dan kita melihat Kekristenan, orang-orang awam cenderung bertanya jika umat Kristen percaya bahwa Tuhan itu satu, kenapa mereka juga mempercayai Trinitas? Trinitas berasal dari I Yohanes 5:7-8. Di dalam ayat inilah disebutkan tentang Bapa, Anak, dan Roh Kudus dan ketiganya adalah satu. Apa masalahnya dengan ayat ini? Masalahnya adalah, ayat ini adalah sebuah penyisipan yang menyesatkan. Ayat ini tidak ada di dalam manuskrip aslinya. Jika kau membaca Perjanjian Baru versi modern, yaitu Bible hasil kompilasi para sarjana seperti International Standard Version dan New Revised Standard Version, ayat ini telah diubah untuk merefleksikan makna yang sebenarnya dan tidak mendukung trinitas.
Ada masalah lainnya. Banyak ayat Perjanjian Baru yang bahkan
sengaja dikosongkan. Lihatlah Kisah Para Rasul 8:37 dan coba baca, kau tidak
bisa membacanya. Kenapa? Karena ayatnya kosong. Kisah
Para Rasul ayat 36 ada, kemudian ayat 37 ada,
kemudian ayat 38 juga ada, tapi Kisah Para Rasul ayat 37
sengaja dikosongkan. Mereka tidak tahu apa bunyi ayat itu.
Dan bukan hanya itu, banyak lagi yang lainnya. Matius 17:21,
18:21, Markus 7:16, 9:44, 9:46, sebagian dari Lukas 9:56, 17:36, dan terus
berlanjut. Semua ayat-ayat ini dinomorkan tapi kosong atau sebagian darinya tidak bisa dibaca karena bunyi ayatnya tidak diketahui.
Kesimpulannya adalah, sarjana-sarjana Kristen sendiri sadar bahwa Bible tidak memenuhi syarat untuk disebut sebagai
kitab suci. Bible telah sangat banyak mengalami kerusakan, penghapusan, penambahan, perubahan, doktrin-doktrin yang
ditambahkan, inilah kesimpulan para sarjana Kristen. Kita harus menghargai pendapat mereka, karena mereka adalah orang-orang Kristen sendiri dan
mereka mengikuti ajaran Yesus Kristus,
mereka mengaku sebagai orang-orang yang jujur. Jika kau juga jujur, maka kau akan mencari firman Tuhan yang sebenarnya. Dan untuk
itu, kita harus mencarinya di luar Perjanjian Baru.
Menurut Islam, Perjanjian Baru
tidak mengandung firman Tuhan. Memang ada sebagian yang merupakan firman Tuhan, tapi ada begitu banyak keraguan di dalam
isinya. Mereka yang menghormati bukti-buktinya tentu akan setuju bahwa Perjanjian Baru bukanlah sebuah
kitab suci. Tapi bagi mereka yang hanya ingin
menutup mata dan telinga karena semua ini tidak terasa nyaman dan memang tidak mudah untuk
menjadi orang yang jujur, maka silahkan saja.
Tapi bagi kalian disana yang benar-benar ingin menekuni
masalah ini, hadapilah fakta-faktanya. Dalam Perjanjian Baru ada begitu banyak
pertentangan yang dapat kau lihat sendiri. Kau dapat kunjungi website-ku
www.leveltruth.com dan kau dapat membaca lebih jauh tentang masalah ini. Aku
akan memberikan contohnya padamu sekarang.
Matius 2:14 dan Lukas 2:39. Dalam satu ayat, keluarga Yesus
dikabarkan melarikan diri ke Mesir tapi dalam ayat lainnya ke Nazareth. Mana
yang benar? Matius 4:3-9 dan Lukas 4:3-11 bertentangan dimana Yesus dihasut
oleh setan untuk melakukan sesuatu. Matius 6:9-13 dengan Lukas 11:2-4 menjelaskan tentang do’anya Yesus. The
Jesus Seminar yang mendatangkan 300 sarjana Kristen sepakat bahwa kedua versi ini tidak sama. Dan 300 sarjana ini sepakat bahwa satu-satunya kata dalam
do’anya Yesus yang merupakan do’a Kristen yang paling terkenal, yang dapat
dipastikan benar-benar diucapkan oleh Yesus Kristus adalah kata “Bapa.” Dalam
Matius 8:5 dengan Lukas 7:3 mengisahkan tentang perwira yang datang kepada
Yesus Kristus. Dalam satu ayat, dia datang seorang diri, tapi dalam ayat yang
lain, dia mengirim seorang utusan. Matius 9:18 dengan Markus 5:22 yang
menceritakan tentang pria yang merupakan seorang penguasa yang datang kepada
Yesus dan membicarakan tentang anaknya, yang menurut salah satu Gospel baru saja mati, tapi dalam Gospel yang lain dia belum mati dan sedang sekarat. Dalam
Matius 11:13 dan 17:11 dengan Yohanes 1:21. Dalam salah satu gospel, Yohanes Pembabtis adalah Elia tapi dalam gospel
lainnya dia bukan Elia.
Dan daftar kesalahannya terus berlanjut. Kita tidak punya waktu untuk membahas semuanya. Tapi untuk
mereka yang ingin tahu, dapat mengunjungi websitenya. Yang dapat
kulakukan sekarang adalah memohon kepada umat Kristen di luar sana, siapapun umat Kristen di luar sana
yang mengaku sebagai hamba Tuhan, jujurlah kepada dirimu sendiri. Tolonglah, lakukan bukan untukku, karena
tidak ada kaitannya denganku, tapi untuk dirimu sendiri. Mintalah petunjuk pada
Tuhan, berdo’alah dengan tulus ikhlas, agar Dia mewahyukan agama kebenaran
padamu, dan agar Dia menuntunmu ke dalam agama kebenaran.
Artikel selanjutnya: Pertentangan Ayat-ayat dalam Perjanjian Baru | Bagian Kedua
Kunjungi YouTube Channel Islam Lentera Kehidupan: youtube.com/arceuszeldfer
Facebook Page Islam Lentera Kehidupan: Islam Lentera Kehidupan
Baca juga artikel-artikel lainnya:
Artikel selanjutnya: Pertentangan Ayat-ayat dalam Perjanjian Baru | Bagian Kedua
Kunjungi YouTube Channel Islam Lentera Kehidupan: youtube.com/arceuszeldfer
Facebook Page Islam Lentera Kehidupan: Islam Lentera Kehidupan
Baca juga artikel-artikel lainnya:
- Pernahkah Yesus Mengajarkan Konsep Dosa Warisan?
- Perbedaan Doktrin Antara Kekristenan dengan Islam | Bagian Pertama
- Perbedaan Doktrin Antara Kekristenan dengan Islam | Bagian Kedua
- Perbedaan Doktrin Antara Kekristenan dengan Islam | Bagian Ketiga
- Wawancara dengan Dr. Jerald F. Dirks tentang Kekristenan | Bagian Pertama
- Wawancara dengan Dr. Jerald F. Dirks tentang Kekristenan | Bagian Kedua
- Konsep Trinitas
- Konsep Tentang Roh Kudus Menurut Islam dan Kristen
Partner
YouTube Channel Lampu Islam
Ayo Like Facebook Page Lampu Islam
Pengunjung Blog
Kategori
- Akhir Zaman (14)
- Akhirat (5)
- Al-Qur'an (20)
- Allah (7)
- Amalan Islam (6)
- Aqidah dan Akhlaq (23)
- Ateisme (5)
- Bangsa Jin (1)
- Berita Islam (1)
- Bukti Kebenaran Islam (23)
- Dosa (5)
- Hari Raya (5)
- Hukum Islam (14)
- Iblis dan Setan (8)
- Islam Menjawab (26)
- Kajian Islam (27)
- Kematian (12)
- Kisah Islam (63)
- Kisah Kepahlawanan (2)
- Kisah Ketulusan (5)
- Kisah Orang Saleh (5)
- Kisah Pertaubatan (1)
- Kisah Rasul (2)
- Kisah Sahabat R.A (8)
- Kristologi (22)
- Malaikat (7)
- Nabi Muhammad S.A.W. (23)
- Neraka (2)
- Pertanyaan (7)
- Puasa (14)
- Rahasia Kekuatan Do'a (5)
- Renungan (58)
- Sedekah dan Zakat (3)
- Sejarah (7)
- Shalat (13)
- Surga (4)
- Terorisme (4)
- Tips (2)
- Wanita (8)
Arsip Blog
- 2013 (307)
-
2012
(49)
-
Desember
(21)
- Wawancara Dengan Dr. Laurence Brown: Seorang Ateis...
- Ateisme dan Agnotisme Bertentangan Dengan Ilmu Pen...
- Konsep Roh Kudus
- Ketuhanan Yesus Kristus
- Konsep Trinitas
- Perbedaan Antara Kekristenan dan Islam | Bagian Pe...
- Kebenaran dalam Naskah Laut Mati
- Misteri Penyaliban Yesus
- Apakah Umat Kristen Benar-benar Mengikuti Ajaran Y...
- Pertentangan Ayat-ayat Dalam Perjanjian Baru | Bag...
- Pertentangan Ayat-ayat dalam Perjanjian Lama
- Kisah Dr. Laurence Brown: Seorang Ateis yang Menja...
- Meneliti Konsep Dosa Warisan
- Ayat-ayat yang Bertentangan Dalam Bible
- Waspadalah Terhadap Tipu Muslihat Setan
- Siapa Nabi Muhammad Sebenarnya? | Menanggapi Film ...
- Sejarah Bangsa Jin
- Iblis: Makhluk yang Terjatuh dari Langit Ketujuh
- Maukah Anda Dido'akan Jutaan Orang di Seluruh Duni...
- Kenapa Nabi Isa A.S. (Yesus) Harus Kembali ke Bumi...
- Nabi Muhammad S.A.W. Kehormatan Kita (Menanggapi F...
- November (22)
- Oktober (6)
-
Desember
(21)
Copyright © 2012 Lampu Islam. All rights reserved.
Super SEO created by Blogger Tuts | Published by GalleryBloggerTemplates.com

1 comments: